Kutemukan

Hari ini aku merasakan sebuah kebangkitan dari sebuah langkah yang gagal. Rasa sakit itu masih terasa, rasa kecewa akan kegagalan itu masih terngiang. Namun hari ini hadir sebuah benih harapan untuk memulai kembali langkah kegagalan itu dengan rasa sakit yang masih terasa setiap langkah. Ini baru sehari aku memulai. Besok benih itu masih terus harus disiram. Sampai kapan? Sampai harapan itu menampakkan tunasnya .

Aku akan menanamnya disuatu tempat nanti dalam perjalanan ini, hingga jika suatu waktu kelak aku terjatuh, aku akan melihat ujung dari pohon harapan itu menjulang tinggi memberikan semangatnya padaku yang sedang terjatuh. Sekaligus menjadi pertanda bahwa Allah telah pernah menolongku. Bukankah Dia juga akan kembali menolongku?

Adalah baik bagiku untuk mengalami kegagalan itu, sehingga aku menemukan sebuah benih didepan mataku ketika aku terjatuh. Memberikan sebuah tugas baru untuk aku melangkahkan kaki dengan lebih kokoh dengan yakin akan pertolongan Ilahi dari Allah. Sehingga hari ini, hari dimana kegagalan itu terus diingatkan, membakar jiwaku untuk sebuah pembuktian penyertaan Allah dan tidak membiarkan diri merana dengan pengalaman pahit kegagalan itu. Meski rasa sakit menjalar dalam setiap langkah kaki memperbaiki kegagalan itu, aku yakin denyut nadiku belum akan berhenti dan menciptakan harmoni dari rasa sakit yang membanggakan diri telah bangkit dan berani mengambilnya sebagai proses pemulihan.

Komentar