GAGAL
Tidak sedang mencoba untuk mengasihani diri. Setiap kita pernah gagal. Menghadapi rasa pahit kehidupan dan kemudian mempertanyakan dimana letak kenikmatan hidup.
Mengapa langkah ini sudah sejauh ini?
Rasa tidak dimengerti menyerang pertahanan diri. Namun mencoba untuk menyeleksinya dengan keterbatasan berpikir.
Ya, untuk saat ini aku tidak bisa menerima dengan rasa dan tidak dapat menampung dengan pikiran. Aku harus menerima diri yang memang penuh dengan kerapuhan. Tidak ada cara lain selain maju mendorong diri. Tidak boleh berpikir. Tidak boleh merasa. Hanya harus bertindak untuk sesuatu yang benar.
Jangan salah paham! Tidak berarti aku menjadi manusia yang tidak utuh karena meninggalkan perasaan dan pikiranku. Kedua hal ini memenjarakan aku dalam pusarannya yang mematikan. oleh karenanya aku harus mulai mencari kunci untuk membebaskan diri.
Aku butuh waktu. Aku butuh dukungan. Aku butuh menerima diri. Aku butuh menata diri.
Tidak lagi peduli betapa babak belurnya aku!
Selangkah lagi!
Aku akan merangkak!
Aku akan menggeliat!
Tuhan akan memulihkan luka-lukaku!
Ia telah terlebih dahulu menanggungnya bagiku!
Aku akan merangkak!
Aku akan menggeliat!
Tuhan merangkul dan menopangku!
Mengapa langkah ini sudah sejauh ini?
Rasa tidak dimengerti menyerang pertahanan diri. Namun mencoba untuk menyeleksinya dengan keterbatasan berpikir.
Ya, untuk saat ini aku tidak bisa menerima dengan rasa dan tidak dapat menampung dengan pikiran. Aku harus menerima diri yang memang penuh dengan kerapuhan. Tidak ada cara lain selain maju mendorong diri. Tidak boleh berpikir. Tidak boleh merasa. Hanya harus bertindak untuk sesuatu yang benar.
Jangan salah paham! Tidak berarti aku menjadi manusia yang tidak utuh karena meninggalkan perasaan dan pikiranku. Kedua hal ini memenjarakan aku dalam pusarannya yang mematikan. oleh karenanya aku harus mulai mencari kunci untuk membebaskan diri.
Aku butuh waktu. Aku butuh dukungan. Aku butuh menerima diri. Aku butuh menata diri.
Tidak lagi peduli betapa babak belurnya aku!
Selangkah lagi!
Aku akan merangkak!
Aku akan menggeliat!
Tuhan akan memulihkan luka-lukaku!
Ia telah terlebih dahulu menanggungnya bagiku!
Aku akan merangkak!
Aku akan menggeliat!
Tuhan merangkul dan menopangku!
Komentar
Posting Komentar