Bangun & Berjalanlah!

Saat ini pikiran ku tertuju pada salah satu sudut labirin yang bertuliskan, "seberapa berat masalah yang ku hadapi?" Mengapa jawabannya dapat berbeda dengan jawaban yang diberikan oleh orang lain? menyadari ini, aku tidak ingin terjebak. Aku tidak ingin terjebak pada akhir dari tujuan hidup. aku ingin merespon dengan tepat pada proses mencapai tujuan itu.
Tidak menghidupkan masa lalu, tidak menggrogoti diri dengan target masa depan. Tetapi hidup dengan waktu dan kondisi sekarang. Mencoba untuk mengenali siapa diri ini, apa saja kelemahannya, namun tidak lupa juga dengan apa kelebihan yang Tuhan titipkan didalam diri ini.
Belajar dari Elia yang berhadapan dengan nabi-nabi palsu dan Izebel yang menyebalkan (1 Raja. 19:1-18). Aku perlu membangun respon yang tepat. Tuhan menyediakan perbekalan yang cukup dan menyediakan penghiburan yang dibutuhkan. Apakah aku hanya akan meladeni pikiran dan perasaanku yang buruk dan kembali tertidur saja dalam perasaan depresive yang menghancurkan? Atau aku mau bangun dan menerima perbekalan yang Tuhan sediakan untuk melakukan perjalanan kembali. Tujuannya ada, meski terkadang tampak seperti misteri yang tidak masuk akan. Tetapi jangan melupakan bahwa penyertaan Tuhan itu ada disepanjang proses pembentukan iman.
Bukankah Tuhan sudah berbicara jelas! Bangun! Berjalanlah! Sebagaimana orang lumpuh berjalan tidak meladeni akan kelemahan tubuhnya. Seperti perempuan berdosa yang kedapatan berbuat zinah pergi dengan tekad berubah dan tidak meladeni suara-suara disekitarnya yang dapat mematikan niatnya. Kini, aku mau melangkah meski kecil langkahku itu. Aku tidak ingin meladeni pikiran dan perasaan negatif yang mematikan nalar ku. Perkataan Tuhanku jadilah, aku mendengar dan taat.

Komentar